Menu
Perbankan
    Finansial
      Asuransi
        Multifinance
          Fintech
            Video
              Indeks
                About Us
                  Social Media

                  SMI Terbitkan Obligasi Rp 4 Triliun dan Tunjuk Lima Perusahaan Efek

                  SMI Terbitkan Obligasi Rp 4 Triliun dan Tunjuk Lima Perusahaan Efek Kredit Foto: Sarana Multi Infrastruktur (SMI)
                  WE Finance, Jakarta -

                  PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) menerbitkan obligasi berkelanjutan ketiga Tahap III Tahun 2023 dengan total pokok sebesar Rp 4 triliun. Obligasi tersebut merupakan bagian dari program penawaran umum obligasi berkelanjutan III yang lebih ekstensif, dengan target total dana Rp 20 triliun.

                  Melalui program ini, perseroan telah menerbitkan obligasi senilai total Rp 4,54 triliun, sementara obligasi tahap III 2023, SMI akan menawarkan obligasi dalam tiga seri, yakni seri A senilai Rp 171,75 miliar, seri B Rp 1,91 triliun, dan seri C Rp 1,91 triliun.

                  "Kupon yang melekat pada Seri A ditetapkan sebesar 5,90% per tahun dengan tenor 370 hari, diikuti oleh kupon Seri B sebesar 6,70% per tahun dengan tenor 3 tahun dan Seri C sebesar 6,80% per tahun dengan tenor 4 tahun," tulis pengumuman resmi yang dikutip Kamis (4/5)

                  Kemudian, penawaran umum direncanakan berlangsung pada 11-12 Mei 2023, sebelum didistribusikan secara elektronik pada 17 Mei 2023, dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Mei 2023.

                  Baca Juga: PwC: 5 Tahun Ke Depan, Perusahaan Keuangan Akan Terpapar Risiko Ketidakstabilan Ekonomi, Siber dan Inflasi

                  Untuk penerbitan obligasi ini, SMI menunjuk lima perusahaan efek sebagai penjamin emisi, di antaranya PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

                  Sebagai informasi, SMI merupakan Badan Usaha Milik Negera di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). SMI memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan nasional.

                  SMI juga memiliki berbagai fungsi dan produk untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan baik swasta maupun multilateral.

                  Selain itu, perusahaan juga aktif mendukung pelaksanaan KPBU serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

                  Baca Juga: Erick Thohir Janjikan Aset Rampasan Jiwasraya Paling Lambat Cair di 2024

                  Penulis: Wenti Ayu Apsari
                  Editor: Ferrika Lukmana Sari

                  Bagikan Artikel: