Menu
Perbankan
    Finansial
      Asuransi
        Multifinance
          Fintech
            Video
              Indeks
                About Us
                  Social Media

                  Perluas Akses Investor Ritel, Pluang Fasilitasi Investasi ke 500 Saham Potensial di Bursa Amerika Serikat

                  Perluas Akses Investor Ritel, Pluang Fasilitasi Investasi ke 500 Saham Potensial di Bursa Amerika Serikat Kredit Foto: Achmad Ghifari Firdaus
                  WE Finance, Jakarta -

                  Aplikasi investasi multi-aset, Pluang memperluas akses investor ritel dengan memfasilitasi pilihan investasi saham Amerika Serikat (AS) hingga lebih dari 500 pilihan aset.

                  Direktur marketing dan growth Pluang, Andreas Agung Hendrawan mengatakan, pihaknya akan terus menciptakan berbagai inovasi produk, termasuk 500 pilihan baru saham AS ini yang tersedia mulai dari sektor teknologi, farmasi, consumer goods hingga klub sepak bola.

                  "Penambahan aset saham ini merespon antusias masyarakat yang mulai tertarik berinvestasi saham, dan kapitalisasi saham AS lebih besar dibandingkan saham-saham Indonesia dan saham AS lebih bervariasi," ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Rabu (22/6).

                  Investor memiliki kesempatan untuk memiliki saham di AS hanya dengan berinvestasi mulai dari US$ 0,30 atau setara dengan Rp 5.000. Dengan demikian, masyarakat Indonesia bisa berinvestasi di berbagai saham perusahaan global terbaik dengan modal yang sangat terjangkau.

                  Baca Juga: Hingga Maret 2023, Penyaluran Kredit Kendaraan Listrik Bank Mandiri Capai Rp 143 Miliar

                  "Pilihan aset yang semakin luas ini memungkinkan investor mengeksplorasi berbagai pilihan saham sesuai momentum dan minat para investor yang semakin bertumbuh pesat," kata Agung.

                  Pada 500 lebih pilihan saham AS baru ini, semua jenis kategori saham tersebut dapat diakses oleh masyarakat Indonesia dan memungkinkan investor untuk mendapatkan pengalaman berinvestasi terbaik serta mengulik gaya investasi saham yang cocok dengan profil risiko finansia mereka.

                  Pluang memproyeksi akan terjadi koreksi dalam pasar saham di akhir kuartal II atau di awal kuartal III 2023. Meski demikian, Pluang melihat beberapa sektor yang hijau salah satunya sektor teknologi.

                  "Kita tahu perusahaan teknologi terbesar dunia listing di bursa AS. Untuk sektor teknologi sendiri, di Pluang cukup besar cukup banyak pilihannya mulai dari Apple, Amazone, Meta, Intel, Amd. Sampai ke perusahaan yang lagi leading di pembuatan teknologi AI seperti Google," pungkasnya.

                  Baca Juga: Berantas Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, OJK Terbitkan Aturan Baru

                  Penulis: Achmad Ghifari Firdaus
                  Editor: Ferrika Lukmana Sari

                  Tag Terkait:

                  Bagikan Artikel: