Menu
Perbankan
Finansial
Asuransi
Multifinance
Fintech
Video
Indeks
About Us
Social Media

OJK: Perusahaan Asuransi Syariah Wajib Spin Off Jika Sudah Memenuhi Persyaratan

OJK: Perusahaan Asuransi Syariah Wajib Spin Off Jika Sudah Memenuhi Persyaratan Kredit Foto: Pexels/Leelo Thefirst
WE Finance, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan unit usaha syariah (UUS) perusahaan asuransi dan reasuransi untuk melakukan pemisahan diri dari induknya (spin off). Aturan mengenai spin off ini tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor (POJK) Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi dan Reasuransi.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjamin dan Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, kebijakan tersebut sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 4 tahun 2023 terkait Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

"Perusahaan asuransi, reasuransi dan penjaminan wajib melakukan spin off unit syariah ketika memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan OJK," ujar Ogi dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Bulan Mei 2023, Selasa (6/6).

Dia merinci, saat ini terdapat 21 unit syariah perusahaan asuransi jiwa, 19 unit syariah perusahaan asuransi umum, dan 3 unit syariah perusahaan reasuransi yang belum melakukan spin off.

Baca Juga: Dinilai Terlalu Tinggi, OJK Akan Atur Pembagian Dividen Bank ke Pemegang Saham

Ogi menambahkan, pemisahan unit syariah bisa terjadi karena inisiatif perusahaan atau untuk memenuhi ketentuan tersebut. 

"Apabila pemisahan dilakukan karena inisiatif sendiri dan sudah dalam proses saat POJK 11/2023 diundangkan, tentunya proses dapat dilanjutkan dengan mengacu pada ketentuan yang lama yakni POJK 67 tahun 2016," tuturnya.

Dia melanjutkan, apabila ada pemisahan unit syariah untuk memenuhi kewajiban spin off berdasarkan ketentuan yang lama, dengan terbitnya POJK 11 tahun 2023, perusahaan diberi kesempatan untuk melihat kembali apakah UUS mereka telah memenuhi kriteria wajib spin off berdasarkan ketentuan. 

"Bila belum memenuhi kriteria wajib spin off, perusahaan dapat mengajukan permohonan pembatalan proses spin off tersebut," pungkasnya.

Baca Juga: OJK: 21 Unit Syariah Asuransi Jiwa dan 19 Asuransi Umum Belum Spin Off

Penulis: Alfi Salima Puteri
Editor: Ferrika Lukmana Sari

Bagikan Artikel: