Menu
Perbankan
Finansial
Asuransi
Multifinance
Fintech
Video
Indeks
About Us
Social Media

33 Fintech Kurang Modal, AFPI: Merger dan Akusisi Bisa Jadi Opsi

33 Fintech Kurang Modal, AFPI: Merger dan Akusisi Bisa Jadi Opsi Kredit Foto: Unsplash/Clay Banks
WE Finance, Jakarta -

Asosiasi Fintech Pembayaran Bersama Indonesia (AFPI) terus mendorong perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending untuk segera memenuhi ketentuan ekuitas atau modal minimum senilai Rp 2,5 miliar. 

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, terdapat 33 perusahaan fintech P2P lending yang belum memenuhi ketentuan modal minimum tersebut. Padahal, berdasarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2022, batas waktu pemenuhan ekuitas Rp 2,5 miliar sampai dengan 4 Juli 2023.

Untuk itu, Direktur Eksekutif AFPI, Kuseryansah menjelaskan, ada tiga opsi yang bisa dilakukan startup fintech P2P lending untuk memenuhi kewajiban ekuitas. 

"Satu harus bisa dengan bisnis yang positif revenue dan profitnya. Kedua ada setoran modal ketiga, ada opsi dari sisi regulasi untuk merger," ujar Kus dalam acara peluncuran riset EY dan AFPI berjudul 'Studi Pasar dan Advokasi Kebijakan UMKM Indonesia' di Jakarta pada Jumat (14/7).

Baca Juga: Dukung Usaha UMKM, OJK Dorong Pembiayaan Lewat Securities Crowdfunding

Menurutnya, peluang penggabungan (merger) atau akuisisi dapat dilakukan jika ada salah satu platform fintech P2P lending terkendala dalam memenuhi modal minimum.

"Tapi merger harus dilihat juga, kalau merger sama-sama negatif, ekuitas sama-sama kurang, kan tidak dapat memenuhi ketentuan itu. Jadi merger bisa dengan antara yang negatif masuk ke yang positif," tuturnya.

Dengan opsi merger tersebut, Kus menambahkan kedua penyelenggara juga dapat menggabungkan segmen masing-masing

"Kolaborasi segmen bisa juga. Misalnya kalau merger, satu segmen mau masuk ke segmen yang lain. Kalau organik kan mungkin sulit, base practice-nya nggak ada. Tapi kalau dengan kolaborasi tumbuhnya secara anorganik itu bisa," pungkasnya.

Baca Juga: 33 Fintech Belum Penuhi Modal Rp 2,5 Miliar, AFPI: Akan Ada Sanksi dari OJK

Penulis: Alfi Salima Puteri
Editor: Ferrika Lukmana Sari

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: