Menu
Perbankan
Finansial
Asuransi
Multifinance
Fintech
Video
Indeks
About Us
Social Media

55 Lembaga Keuangan Raih Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Ini Daftarnya

55 Lembaga Keuangan Raih Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Ini Daftarnya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
WE Finance, Jakarta -

​Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) menerapkan langkah pencegahan korupsi, termasuk pencegahan penyuapan. Penerapan manajemen anti penyuapan (SMAP) diharapkan dapat menciptakan budaya anti penyuapan dan penerapan pengendalian anti korupsi yang lebih kuat.

Dalam rangka sinergi yang dilakukan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pemangku kepentingan lain dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai respon dari Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), OJK menjadi salah satu penanggung jawab untuk penerapan manajemen anti suap di sektor jasa keuangan. 

OJK bersama industri jasa keuangan yang diwakili oleh masing-masing asosiasi di sektor perbankan, pasar modal dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) telah menandatangani komitmen bersama penerapan SNI ISO 37001 SMAP pada 18 Agustus 2020. 

"Komitmen tersebut ditindaklanjuti dengan adanya voluntary commitment dari lembaga jasa keuangan untuk mengimplementasikan manajemen anti penyuapan melalui perolehan sertifikasi SNI ISO 37001 SMAP," jelas OJK dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (3/7).

Baca Juga: Langgar Aturan Pembiayaan, OJK Bekukan Usaha Hewlett Packard Finance Indonesia

Pada 10 Agustus 2021, OJK meraih sertifikasi SNI ISO 37001 SMAP. Dengan meraih sertifikasi ini, OJK berharap dapat menjadi role model bagi lembaga keuangan untuk menerapkan manajemen anti penyuapan di lembaga masing-masing.

Pada Juni 2022, OJK berhasil mempertahankan sertifikasi SNI ISO 37001 SMAP melalui proses surveillance yang dilakukan oleh konsultan independen.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh lembaga keuangan kepada OJK sampai dengan 28 Februari 2023, telah terdapat 55 lembaga yang telah memperoleh sertifikasi SNI ISO 37001 SMAP. 

OJK pun memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah dan berkomitmen akan menerapkan manajemen anti penyuapan. Penerapan ini diharapkan dapat diikuti oleh lembaga keuangan lain di Indonesia.

"Harapan ke depannya, OJK bersama dengan lembaga keuangan senantiasa dapat bekerja sama untuk mendorong terciptanya sektor jasa keuangan yang sehat, berintegritas, kredibel dan terpercaya," jelas OJK.

Baca Juga: Hingga Maret 2023, Dana Kelolaan Nasabah BSI Prioritas Capai Lebih dari Rp 60 Triliun

Berikut daftar lembaga keuangan yang meraih sertifikasi SNI ISO 37001 SMAP per 28 Februari 2023:

1. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk 

2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk

3. PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk

4. PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk

5. PT Bank Mandiri Taspen

6. PT Bank Syariah Indonesia, Tbk

7. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk

8. PT Bank DKI

9. PT Bank Nagari

10. PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

11. PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo

12. PT Bank Raya Indonesia, Tbk

13. PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk

14. PT Bank National Nobu, Tbk

15. PT Bank Pembangunan Daerah Bali

16. PT Bank Sumut

17. PT Bank Aceh Syariah

18. PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur

19. PT Bursa Efek Indonesia

20. PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia

21. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia

22. PT PNM Investment Management

23. PT Mandiri Sekuritas

24. PT Panin Sekuritas, Tbk

25. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Tbk

26. PT Asuransi Sinar Mas

27. PT Asuransi Kredit Indonesia

28. PT Asuransi Jasa Indonesia

29. PT Taspen (Persero)

30. PT Asabri (Persero)

31. PT Jasa Raharja

32. PT Asuransi BRI Life

33. PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

34. PT Tugu Reasuransi Indonesia

35. PT Reasuransi Nasional Indonesia

36. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)

37. Dana Pensiun Telkom

38. PT Federal International Finance

39. PT Astra Sedaya Finance

40. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)

41. PT Pegadaian (Persero)

42. PT Jamkrindo

43. PT Permodalan Nasional Madani (Persero)

44. PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah

45. PT Permodalan Nasional Madani Ventura Syariah

46. PT Mitra Proteksi Madani

47. PT Atlas Adjusting Indonesia

48. PT Nippon Kaiji Kentei Kyokai Indonesia

49. PT PNM Venture Capital

50. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)

51. PT BNI Life Insurance

52. PT Toyota Astra Financial Services

53. PT Penjamin Kredit Daerah Provinsi Jawa Tengah

54. PT Jasaraharja Putera

55. PT Asuransi Asei Indonesia.

Baca Juga: Fintech Akseleran Siap Melantai di Bursa Efek, Bidik Dana IPO Rp 358 Miliar

Penulis: Alfi Salima Puteri
Editor: Ferrika Lukmana Sari

Bagikan Artikel: