Menu
Perbankan
Finansial
Asuransi
Multifinance
Fintech
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bank Jago Syariah Masih Tunggu Aturan Spin Off Unit Syariah dari OJK 

Bank Jago Syariah Masih Tunggu Aturan Spin Off Unit Syariah dari OJK  Kredit Foto: Bank Jago
WE Finance, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun ketentuan Unit Usaha Syariah (UUS) yang akan melakukan spin off atau pemisahan dari bank induk menjadi bank umum syariah (BUS).

Mulanya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah mengatur bahwa spin off UUS wajib dilakukan selambatnya pada akhir Juni 2023. Namun kini ketentuan tersebut tidak dimasukkan dalam Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Sebagai gantinya, Omnibus Law Keuangan tersebut memberi mandat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merumuskan ketentuan spin off. Beleid tersebut juga memungkinan adanya aksi spin off dalam rangka konsolidasi bank. 

Menanggapi hal tersebut, Unit usaha syariah (UUS) PT Bank Jago Tbk yakni Bank Jago Syariah, masih menunggu ketentuan yang diterbitkan oleh OJK. Diharapkan ketentuan yang diterbitkan dapat mengedepankan upaya-upaya untuk memajukan industri keuangan syariah. 

"Kita menunggu saja sih dari OJK, karena kita juga belum tahu dari OJK akan seperti apa," kata Head of Sharia Business Bank Jago Waasi B. Sumintardja dalam acara peluncuran Jago Amal di Jakarta, Rabu (5/4).

Baca Juga: Prudential Syariah Bayar Klaim Nasabah Rp 1,7 Triliun Sepanjang 2022

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara mengatakan bahwa kriteria dan syarat spin off UUS akan diatur dengan memperhatikan strategi konsolidasi perbankan. Sehingga proses spin off dapat menghasilkan bank umum syariah yang kuat, dapat berkontribusi terhadap perekonomian serta mengedepankan prinsip syariah.

"OJK berupaya untuk mendorong industri perbankan syariah agar tumbuh dan berkembang dengan melakukan penguatan, percepatan, dan penyempurnaan implementasi konversi bank konvensional menjadi bank syariah melalui penerbitan pedoman konversi Bank Umum Konvensional menjadi BUS serta konversi BPR menjadi BPRS," ujarnya dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Senin (3/4).

Dengan berbagai langkah tersebut, OJK optimis pihaknya dapat mengawal sektor keuangan yang mampu berdaya tahan dalam menghadapi ketidakpastian global. OJK juga terus meningkatkan kewaspadaan dengan senantiasa memantau secara seksama perkembangan perekonomian global dan kondisi industri jasa keuangan. 

"Kami siap menerapkan berbagai kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Baca Juga: DPR Minta OJK Selaraskan Alokasi Anggaran 2023 sesuai Roadmap

Penulis: Achmad Ghifari Firdaus
Editor: Ferrika Lukmana Sari

Bagikan Artikel: