Menu
Perbankan
Finansial
Asuransi
Multifinance
Dana Pensiun
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hingga Akhir 2022, Pembiayaan BSI di Aceh Capai Rp 17 Triliun

Hingga Akhir 2022, Pembiayaan BSI di Aceh Capai Rp 17 Triliun Kredit Foto: Bank Syariah Indonesia (BSI)
WE Finance, Jakarta -

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil menyalurkan pembiayaan di Provinsi Aceh hampir sebesar Rp 17 triliun. Di samping itu, aset perusahaan di Provinsi Aceh mencapai sekitar Rp 18,3 triliun.

Adapun untuk dana pihak ketiga (DPK) telah mencapai lebih dari Rp 16 triliun, dengan total nasabah sekitar 2,9 Juta nasabah.

Atas pencapaian tersebut, BSI terus mendorong terjadinya akselerasi pembangunan ekonomi di Provinsi Aceh. Salah satunya, melalui acara Sharia Economic dan Investment Forum 2023. BSI mengajak para stakeholders di Aceh untuk berkolaborasi serta mendapatkan masukan serta gagasan baru dalam memajukan perekonomian di Bumi Serambi Mekah.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, tema Akselerasi Pembangunan Ekonomi Aceh yang diambil dalam acara Sharia Economic dan Investment Forum 2023 merupakan salah satu bentuk kesungguhan perusahaan dalam membantu pemerintah dalam membangun serta mengembangkan ekonomi Aceh.

Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Kredit, Bank BTPN Bidik Segmen Korporasi hingga Pensiunan

Menurutnya, salah satu cara dalam membangun perekonomian sebuah provinsi adalah dengan membuka pintu dan memperbaiki iklim investasi di daerah tersebut.

“Konsep investasi di dalam Islam merupakan sebuah upaya seorang Muslim untuk mensejahterakan dirinya dan juga menebarkan kemakmuran dan kesejahteraan di lingkungan sekitar, atau yang dikenal dengan konsep Istismar dan Isti’mar,” kata Hery dalam keterangan resmi pada Rabu (25/1).

Dalam pandangannya, Aceh merupakan provinsi yang sangat unik dan berbeda dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. khas dan keunikan tergambar dari provinsi yang memiliki populasi 5,27 juta jiwa ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki status kekhususan atau otonomi khusus, utamanya pada urusan agama, budaya, dan pendidikan.

“Kondisi ini juga tentunya menjadi jembatan bagi industri perbankan syariah, khususnya Bank Syariah Indonesia sebagai bank syariah nasional terbesar di Aceh, yang saat ini memiliki 163 outlet yang tersebar di berbagai daerah di Aceh, untuk dapat memaksimalkan perannya dalam memberikan pembiayaan terhadap beberapa sektor ekonomi potensial industri halal," ujarnya.

Misalnya, perdagangan eceran atau besar makanan dan minuman, perdagangan eceran teksti/produk tekstil, perdagangan jasil pertanian, perkebunan, bahan pangan, peternakan, dan masih banyak lainnya.

Oleh karena itu, BSI membutuhkan masukan serta gagasan-gagasan dari seluruh stakeholders di Aceh untuk bisa bersama-sama dan berkolaborasi membangun iklim investasi yang berkelanjutan. Hal Ini untuk mempercepat pemulihan, pengembangan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di provinsi yang ada ujung barat Indonesia tersebut.

“Kami berkomitmen dalam membangun perekonomian di Aceh, hanya BSI bank yang memiliki kantor perwakilan di Aceh dan mengambil konsep green building. Di Aceh juga UMKM Center BSI pertama dibangun, tempat para pengusaha dan calon pembeli melakukan jual-beli, kami juga membantu pemasaran," kata Hery.

Tak hanya itu, BSI juga sudah memberi banyak pembiayaan untuk Aceh agar masyarakat tidak perlu lagi mencari pembiayaan di luar Aceh.

Baca Juga: Endus Dugaan Kecurangan Agen Asuransi, Astra Life Tempuh Jalur Hukum

Penulis: Achmad Ghifari Firdaus
Editor: Ferrika Lukmana Sari

Advertisement

Bagikan Artikel: