Menu
Perbankan
Finansial
Bursa
Asuransi
Multifinance
Dana Pensiun
Perencanaan Keuangan
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kantongi Restu, Bank Raya Segera Rights Issue 3,5 Miliar Saham Untuk Ekspansi Bisnis Digital

Kantongi Restu, Bank Raya Segera Rights Issue 3,5 Miliar Saham Untuk Ekspansi Bisnis Digital Kredit Foto: Bank Raya
WE Finance, Jakarta -

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mengantongi restu dari pemegang saham untuk melaksanan hak memesan efek terdahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak - banyaknya 3,5 miliar saham. 

Direktur Keuangan Bank Raya Akhmad Fazri mengatakan, aksi korporasi tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (29/9). 

"Keputusan RUPSLB telah disetujui untuk penerbitan sebanyak - banyaknya 3,5 miliar saham atau 15,39i modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada 31 Juli 2022," kata Fazri dalam konferensi pers secara daring, Kamis (29/9).

Rencananya, dana hasil rights issue akan digunakan untuk ekspansi bisnis melalui penyaluran kredit gital, serta memenuhi ketentuan modal inti berdasarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 12 Tahun 2020. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, modal inti Bank Raya baru mencapai Rp 2,11 triliun pada Juni 2022. Artinya, bank harus menambah modal Rp 890 miliar, untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 3 triliun sampai akhir tahun. 

Dengan aksi korporasi tersebut, ia memperkirakan prospek bisnis bank ke depan akan semakin baik. Hal ini sejalan dengan transformasi Bank Raya menjadi bank digital. 

Untuk itu, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan terus mengakomodasi kebutuhan para nasabah. Salah satunya dengan menyediakan layanan dan produk berbasis digital. 

"Meskipun baru dalam beberapa bulan kami merilis produk digital saving, pertumbuhan penghimpunan dana nasabah yang diperoleh menunjukkan hal - hal yang positif," terangnya. 

Selain peningkatan dana pihak ketiga (DPK), ia juga menyebut penyaluran kredit digital terus tumbuh seiring dengan transformasi digital yang dilakukan perseroan secara fundamental. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Digital dan Operasional Bank Raya Bhimo Wikan Hantoro mengungkapkan, outstanding kredit digital Bank Raya mencapai Rp 652 miliar, atau naik 300% secara tahunan (yoy). 

"Kami melihat secara pertumbuhan masih akan berlanjut trennya. Jadi, dana (rights issue) yang kami himpun akan digunakan untuk melakukan ekspansi ini," jelasnya. 

Baca Juga: BRI Imbau Nasabah Jaga Kerahasian Data Pribadi dan Transaksi Untuk Hindari Penipuan

Penulis/Editor: Ferrika Lukmana Sari

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: