Menu
Perbankan
Finansial
Bursa
Asuransi
Multifinance
Dana Pensiun
Perencanaan Keuangan
Video
Indeks
About Us
Social Media

Naik 14,1%, KUR BNI Tembus Rp 17,1 Triliun

Naik 14,1%, KUR BNI Tembus Rp 17,1 Triliun Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
WE Finance, Jakarta -

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terus menanjak. Pada paruh pertama 2022 penyaluran KUR BNI mencapai Rp 17,1 triliun.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, penyaluran KUR tersebut meningkat 14,1% secara tahunan (yoy). Bahkan penyaluran kredit tersebut terus tumbuh selama lima tahun terakhir. 

"Jumlah debitur KUR BNI tumbuh 19,1% yoy menjadi 406 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada semester I 2022. Sebelumnya, ada 375 ribu UMKM pada periode yang sama tahun lalu," kata Royke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR pada Selasa (27/9). 

Dari realisasi itu, penyaluran KUR dari sektor perdagangan tumbuh 30,4%, pertanian tumbuh 30,8%, jasa tumbuh 21,3%. Diikuti pertumbuhan industri pengolahan dan perikanan masing - masing mencapai 5,2 15,3%. 

Royke menyebut, penyaluran KUR tersebut telah membuat usaha UMKM naik kelas. Sebanyak 14 ribu UMKM dengan total pinjaman Rp 5,6 triliun, usahanya naik kelas dan mayoritas mereka mengakses pinjaman komersial. 

"Lainnya tetap berada di KUR sekitar 182 ribu debitur dengan platform Rp 17,5 triliun," jelasnya. 

Ke depan, perseroan akan memanfaatkan layanan bank digital untuk meningkatkan pelayanan kepada UMKM. Hal ini juga menjadi strategi perseroan untuk menekan beban dana (cost of fund), memperluas jaringan serta memanfaatkan sumber daya BNI. 

Selain itu, ia juga berharap bank digital akan menjadi mesin pertumbuhan baru yang berkelanjutan ke depan. Mengingat, BNI telah mengakusisi Bank Mayora dan akan dikonversi menjadi bank digital yang diperkirakan beroperasi tahun depan. 

Baca Juga: Ditopang Sektor Perdagangan, Kredit UMKM BNI Capai Rp 100,2 triliun

Penulis/Editor: Ferrika Lukmana Sari

Advertisement

Bagikan Artikel: