Menu
Perbankan
Finansial
Bursa
Asuransi
Multifinance
Dana Pensiun
Perencanaan Keuangan
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dukung Pembiayaan Perumahan, SMF Terbitkan Obligasi Senilai Rp 3 Triliun

Dukung Pembiayaan Perumahan, SMF Terbitkan Obligasi  Senilai Rp 3 Triliun Kredit Foto: SMF
WE Finance, Jakarta -

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menerbitkan obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) VI Tahap III Tahun 2022 sebesar Rp 3 triliun dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Direktur Utama SMF, Ananta menegaskan bahwa penerbitan obligasi ini bertujuan untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional khususnya di industri perumahan melalui penyaluran pinjaman atau pembiayaan (refinancing atas KPR), sehingga dapat mendorong ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. 

"Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari PUB VI yang diupayakan SMF dalam menghimpun dana dengan target sebesar Rp 17 triliun," kata Ananta dalam keterangan resmi, Kamis (22/9).

Rencana, dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk kegiatan penyaluran pinjaman ke lembaga keuangan untuk keberlanjutan kepemilikan kepenghunian, ketersediaan perumahan dan permukiman, serta dalam rangka melaksanakan peran SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV).

"Penerbitan obligasi ini merupakan bentuk komitmen dari SMF sebagai penyedia likuiditas jangka menengah panjang bagi KPR," jelasnya.

Ananta menyebut, obligasi ini telah memenuhi kriteria instrumen bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.36/POJK.05/2016, Tentang Perubahan atas POJK No.1/POJK.05/2016, Tentang Investasi Surat Berharga Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank.

Sebelumnya, perseroan telah melakukan penerbitan pada bulan Juli 2021 yaitu obligasi PUB VI Tahap I dengan nilai sebesar Rp 1,2 triliun dan Sukuk PUB II Tahap I sebesar Rp100 miliar.

Kemudian penerbitan Obligasi PUB VI Tahap II dilakukan pada bulan November 2021 sebesar Rp2,8 triliun. Sejak tahun 2009 hingga saat ini, perusahaan telah melakukan penerbitan surat utang sebanyak 51 kali dengan total Rp 50,4 triliun. 

Penulis: Achmad Ghifari Firdaus
Editor: Ferrika Lukmana Sari

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel:

Berita Terkait